JAKARTA, Teropong Visual. Com— Organisasi Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mengusung semangat pendekatan “Polri Bersama Masyarakat”. Pendekatan ini dinilai sebagai fondasi krusial dalam membangun institusi kepolisian yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Ketua Umum Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau, Rifqi Maulana, menegaskan bahwa jargon tersebut harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui pelayanan publik yang transparan, responsif, serta penegakan hukum yang berkeadilan tanpa diskriminasi.
”Polri merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami berharap semangat Polri Bersama Masyarakat terus diperkuat agar keharadirannya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda di daerah,” ujar Rifqi dalam keterangannya di Jakarta, [Tanggal/Hari].
Kemitraan Strategis dengan Generasi Muda
Menurut Rifqi, kepercayaan publik merupakan aset paling berharga bagi kepolisian. Untuk itu, Polri dituntut terus membuka diri terhadap kritik konstruktif serta mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan elemen pemuda untuk mengantisipasi berbagai ancaman kejahatan modern, seperti peredaran gelap narkotika, kejahatan siber (cybercrime), hingga penipuan daring. Dalam isu narkotika, kolaborasi antara Polri, BNN, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci utama perlindungan generasi penerus.
”Pemuda tidak hanya menjadi subjek kebijakan, tetapi mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat dan membangun kesadaran hukum,” tambahnya.
Pendekatan Khusus Berbasis Kearifan Lokal di Aceh
Secara khusus, Rifqi menggarisbawahi pentingnya pendekatan dialogis dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh. Mempertimbangkan rekam sejarah dan dinamika sosial-budaya setempat, kepolisian diimbau untuk senantiasa menghormati kearifan lokal serta mengedepankan ruang komunikasi yang terbuka.
”Aceh memiliki kearifan lokal dan catatan sejarah yang khas. Karena itu, komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pemuda di daerah sangat penting untuk merawat perdamaian dan menjaga stabilitas,” jelas Rifqi.
Amanat Konstitusi dan Reformasi Berkelanjutan
Rifqi mengingatkan bahwa peran Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat telah diamanatkan secara tegas dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945. Oleh sebab itu, transformasi Polri harus terus berjalan melalui perbaikan kualitas SDM, pemanfaatan teknologi, pembenahan sistem pelayanan publik, serta penguatan pengawasan internal.
Ia berharap kepemimpinan Kapolri saat ini mampu membawa Polri semakin kokoh dalam memegang teguh nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
”Apresiasi kami sampaikan atas semangat Polri Bersama Masyarakat. Kami berharap semangat ini terus diwujudkan melalui kerja nyata. Polri yang kuat adalah Polri yang profesional, dipercaya rakyat, dan senantiasa mengabdi untuk bangsa,” pungkas Rifqi.. (*)







