Makassar, Tropong Visual.Com -Fenomena pergudangan yang semakin menjamur di dalam kota, khususnya di wilayah utara Kota Makassar, Ironisnya, kondisi ini seolah luput dari perhatian pemerintah terkait.

Fenomena pergudangan yang semakin menjamur di area permukiman dan pinggir jalan protokol di dalam kota. Pergudangan ini menimbulkan kesemrawutan lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan.

Terutama di wilayah utara Kota Makassar, mencakup Kecamatan Ujung Tanah dan Kecamatan Tallo. Gudang-gudang ini beroperasi tepat di pinggir jalan raya, bahkan tak jarang memakan badan jalan.

Para pemilik gudang dan mitranya yang mengoperasikan truk-truk besar. Di sisi lain, instansi pemerintah terkait dan petugas lalu lintas dituding melakukan pembiaran, bahkan ada dugaan “masuk angin” karena suap. Para pengendara atau “pelalin” menjadi pihak yang dirugikan.

Situasi ini telah berlangsung dari tahun ke tahun, menunjukkan pola pembiaran yang rapi dan terstruktur dalam jangka waktu yang panjang.

Penyebab utama disinyalir adalah pembiaran dari pemerintah setempat. Ada dugaan kuat adanya praktik suap dari pemilik gudang kepada oknum pemerintah, yang membuat aktivitas mereka berjalan mulus tanpa penindakan. Padahal, pemerintah sendiri seharusnya sudah memiliki edaran dan lokasi khusus untuk pergudangan.

Aktivitas operasional gudang-gudang ini secara langsung mengganggu arus lalu lintas. Truk-truk raksasa milik gudang kerap terparkir bebas, melakukan manuver maju-mundur, bahkan berbaris hingga memakan hampir setengah badan jalan atau mendekati as jalan.

Hal ini mengakibatkan jalanan semrawut, menghalangi pandangan pengendara dari lorong, dan seringkali nyaris menyebabkan tabrakan.

Para pengendara mempertanyakan apakah edaran Pemkot terkait pergudangan sudah dicabut, mengingat kondisi yang ada.

Tropong Visual kali ini. Pertanyaan besar tetap menggantung, ada apa di balik pembiaran ini? Akankah pemerintah akhirnya mengambil tindakan tegas untuk menertibkan kesemrawutan ini? Kita tunggu kelanjutannya. [Firdaus/BangOnil